Kedutaan Besar Selandia Baru di Teheran kini sunyi. Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara pos diplomatiknya itu dan membawa pulang seluruh stafnya. Alasannya jelas: situasi keamanan di Iran yang kian memburuk.
Menurut juru bicara kementerian luar negeri Selandia Baru, semua diplomat telah dievakuasi dengan selamat. Mereka meninggalkan Iran menggunakan penerbangan komersial pada Kamis malam. Pengumuman resminya baru keluar Jumat lalu.
Operasional kedutaan untuk sementara dialihkan ke Ankara, Turki. Langkah ini diambil bukan tanpa pertimbangan. Kondisi di Iran dinilai sudah tidak memungkinkan untuk menjalankan fungsi diplomatik dengan aman.
“Kami terus menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran,” tegas juru bicara itu.
“Bagi warga Selandia Baru yang masih berada di sana, segeralah pergi.”
Peringatannya serius. Kemampuan pemerintah untuk memberikan bantuan konsuler di Iran sekarang sangat terbatas. Bahkan, komunikasi pun terhambat parah. Banyak orang kesulitan menghubungi keluarga atau teman mereka yang ada di negara tersebut. Pihak kementerian menyarankan, jika ada celah untuk mengontak kerabat, lakukanlah segera.
Di sisi lain, gelombang demonstrasi di Iran tampaknya belum mereda. Menurut pengamatan sejumlah pakar dan kesaksian dari lapangan, aksi protes anti-pemerintah kali ini mencapai skala yang belum pernah terlihat dalam 47 tahun terakhir. Situasinya benar-benar panas.
Keributan di jalanan berbagai kota Iran ini menarik perhatian dunia, termasuk Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump tak tinggal diam. Dia mengancam akan “menyerang dengan sangat keras ke titik terlemah” jika otoritas Iran bertindak represif terhadap para demonstran.
“AS siap membantu,” tambahnya.
Namun begitu, pihak Iran tak gentar. Mereka membalas dengan sumpah akan menyerang sekutu dan kepentingan AS di kawasan itu. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, punya pandangan lain soal unjuk rasa ini. Menurutnya, semua ini adalah hasil manipulasi dari “musuh-musuh Iran”.
Jadi, suasana di kawasan itu benar-benar tegang. Dan keputusan Selandia Baru untuk menarik diplomatnya mungkin hanya awal dari langkah-langkah serupa negara lain.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Nias Utara, Getaran Terasa hingga Skala MMI V
Jusuf Kalla Klarifikasi Pernyataan Syahid dan Martir Usai Dilaporkan ke Polda
Polisi Tangkap Dua Residivis Pencuri Brankas Berisi 1 Kg Emas di Pinrang
Inggris dan Prancis Pimpin Misi Multinasional Amankan Selat Hormuz