JAKARTA – Program magang nasional kembali menjadi sorotan. Menurut Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansah, program yang digadang-gadang bisa tekan angka pengangguran sarjana ini masih perlu banyak perbaikan. Kunci utamanya? Kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha.
“Masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari sisi tata kelola dan juga dari sisi pengawasan monitoring dan evaluasinya,” ujar Trubus.
Dia berbicara usai menghadiri sebuah diskusi di kediaman Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Minggu malam lalu. Menurutnya, karena sifat kebijakan ini ‘top-down’, sinergi dengan semua pihak mutlak diperlukan. “Perlu juga kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetapi juga para penerima kerja dalam ini dunia swasta,” tambahnya.
Nah, di sisi lain, Trubus punya usulan menarik. Dia mendorong agar sektor UMKM dilibatkan dalam skema magang ini. Alasannya jelas: daya serap peserta bisa makin meluas. Selain itu, lingkungan kerja di UMKM seringkali sangat berbeda dengan suasana kampus yang teoritis. Keterlibatan di sana akan melatih adaptasi lulusan baru lebih cepat.
Baginya, program ini sebenarnya punya potensi besar. Bisa jadi jembatan emas, katanya.
“Mengingat ada perbedaan pada saat para mereka menjadi mahasiswa itu di kampus dengan ketika mereka di dunia kerja, nah ini perlu adaptasi,” jelas Trubus. “Program nasional itu merupakan jembatan emas untuk menuju kemandirian dan inovasi sekaligus profesional dan kompetensi.”
Lalu, bagaimana kelanjutan programnya? Pemerintah sendiri sudah mengisyaratkan akan membuka lagi Magang Nasional untuk tahun 2026. Targetnya ambisius, mau menjangkau 100.000 peserta lagi. Pembukaannya rencananya pertengahan tahun ini.
Informasi ini diketahui dari unggahan Instagram Sekretariat Kabinet. Dalam postingan itu, terlihat Seskab Teddy Indra Wijaya dan Menaker Yassierli mengecek langsung pelaksanaan magang di Paragon, perusahaan kosmetik lokal terbesar, akhir Januari lalu.
Untuk gambaran, program tahun 2025 kemarin juga diikuti oleh 100.000 peserta. Mereka menjalani magang hingga pertengahan tahun. Tampaknya, angka yang sama ingin dipertahankan, bahkan ditingkatkan, di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
89 Penghuni Apartemen Mediterania Dievakuasi usai Kebakaran di Basement, 20 Lainnya Pilih Bertahan
Mantan Direktur SMP Kemendikbudristek Mulyatsyah Divonis 4,5 Tahun Penjara Korupsi Pengadaan Chromebook
Shin Tae-yong Resmi Jadi Penasihat Teknis Timnas 7 Football Indonesia
DJP Hapus Sanksi Administratif bagi Wajib Pajak Badan yang Telat Bayar dan Lapor SPT Tahunan 2025