Namun begitu, jalan menuju sana tentu tidak mudah. Tri menyadari betul tanggung jawab besar yang kini diembannya. Itu sebabnya, sinergi dengan KONI dan berbagai pemangku kepentingan lain akan terus diperkuat. Kolaborasi, baginya, bukan pilihan tapi keharusan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Lalu, bagaimana caranya? Setidaknya ada tiga pilar yang akan digarap serius. Pertama, mendorong perempuan agar aktif menjadi motor penggerak olahraga. Kedua, menyediakan akses dan program olahraga yang benar-benar inklusif, berkelanjutan, dan ramah untuk seluruh anggota keluarga. Ketiga, ya, memperkuat jejaring kolaborasi itu sendiri.
“Kami siap melaksanakan tugas-tugas selanjutnya demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat melalui penguatan peran perempuan di bidang olahraga,”
ungkap Tri dengan penuh keyakinan.
Tangannya kini memegang kendali. Kerja nyata yang menanti di depan mata adalah ujian sesungguhnya. Semua mata tertuju pada langkah-langkah konkret Perwosi di bawah kepemimpinannya.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Lindungi PMI di Timur Tengah yang Memanas
OJK Uji Coba Produk Investasi Mirip Reksa Dana untuk Aset Kripto
Barcelona Menang 3-0, Atletico Madrid Lolos ke Final Copa del Rey
Pyridam Farma Percepat Ekspansi Pabrik Obat Steril untuk Jawab Lonjakan Permintaan