"Untuk unit kebakaran, sementara dari (Sektor) Gunung Putri 3 unit sudah di lokasi, (Sektor) Cileungsi 1 unit, terus rencana ada bantuan dan Babakan Madang satu unit," jelas Hendra.
Menurutnya, api begitu cepat membesar dan merambat. Penyebabnya diduga karena banyaknya bahan baku mudah terbakar yang tersimpan di dalam pabrik. Hal ini justru jadi tantangan berat bagi petugas.
"Tadi sebenarnya sudah proses pendinginan, cuma ada muncul lagi, ada titik yang menyala lagi," kata Hendra menggambarkan kesulitan yang dihadapi.
Ia menambahkan, tumpukan barang yang menghalangi membuat proses pendinginan tak berjalan mulus. Bahan baku yang tertutup itu seperti bara dalam sekam, menyulut kembali titik-titik api yang sempat dianggap padam.
Artikel Terkait
KPK Tahan Bupati Pekalongan Tersangka Korupsi Tender dengan Modus Lebih Maju
JPO Sarinah yang Direvitalisasi Kembali Dibuka, Fasilitas Disabilitas Jadi Fokus
Surplus Dagang Indonesia Lanjut ke 69 Bulan, Didorong Ekspor Nonmigas
Progres Pembangunan Jembatan Pascabencana di Sumatera Bervariasi, Sumbar Paling Tertinggal