Pagi itu di Jalan Muchtar Raya, Depok, sebuah truk besar kehilangan tenaga di tanjakan. Ia tak bisa maju, malah mulai meluncur mundur. Di belakangnya, Erika berada di dalam Fortuner-nya. Dia sudah membunyikan klakson, berulang kali. Tapi truk itu terus saja mundur, mendekat dengan tak terkendali.
Ruang geraknya terbatas. Kondisi lalu lintas sedang padat, macet di kanan dan kiri. "Saya mau ke kanan tapi ramai, kalau saya mundur lebih jauh lagi, saya nabrak orang di belakang," ujar Erika.
Dia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Membanting stir ke samping mungkin menyelamatkan mobilnya, tapi justru akan membahayakan pengendara motor yang ada di belakangnya. Tanpa pikir panjang, dia memutuskan untuk bertahan di posisinya. Fortuner itu akhirnya menjadi 'penahan' bagi truk yang meluncur mundur.
"Jadi akhirnya saya yang 'menahan' tabrakan itu," jelasnya.
Benturan keras pun tak terhindarkan. Bagian depan Fortuner ringsek menahan bobot truk. Menurut pengakuan Erika, yang juga seorang Bhayangkari dan istri anggota polisi, dia sudah menjaga jarak aman. Namun, rupanya as roda truk tersebut patah, membuat kendaraan berat itu benar-benar lepas kendali.
Artikel Terkait
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran
Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden dan Parpol Bahas Antisipasi Krisis Global
Presiden Prabowo Undang Tokoh Senior Bahas Ancaman Krisis Timur Tengah
Bayi Perempuan Ditemukan Hidup di Tas Hitam Pasar Nalo, Ibu Kandung Ditangkap