Dia menjelaskan, karena tindakan pelaku masuk ranah pidana, petugas mereka sudah menyerahkan orang tersebut ke kepolisian. “Karena ini ada aspek pidananya, petugas kami telah menyerahkan pelaku ke pihak yang berwajib,” tambah Tjahyadi.
Transjakarta jelas menyayangkan insiden ini. Bayangkan saja, di dalam angkutan umum yang padat, ada orang berbuat cabul. Mereka berjanji bakal meningkatkan pengawasan, meski sebenarnya sulit juga memantau setiap sudut bus yang selalu penuh itu.
“Secara internal kami akan lakukan briefing ke petugas untuk evaluasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Komitmen itu bagus, tapi yang jelas, kejadian ini sudah terlanjur viral dan meninggalkan rasa tak nyaman. Bukan cuma bagi penumpang yang langsung menyaksikan, tapi juga bagi publik yang melihatnya lewat layar.
Artikel Terkait
Penganiayaan ART di Sunter Terungkap, Dipicu Pelecehan Tempat Ibadah
Korea Utara Kecam Serangan AS-Israel ke Iran sebagai Agresi Ilegal
LPSK Bongkar Dugaan Kekerasan Kronis Ayah Kandung dalam Kasus Kematian Bocah Sukabumi
Impor Indonesia Tumbuh 18,21% di Januari 2026, Semua Kategori Membaik