Dia menjelaskan, karena tindakan pelaku masuk ranah pidana, petugas mereka sudah menyerahkan orang tersebut ke kepolisian. “Karena ini ada aspek pidananya, petugas kami telah menyerahkan pelaku ke pihak yang berwajib,” tambah Tjahyadi.
Transjakarta jelas menyayangkan insiden ini. Bayangkan saja, di dalam angkutan umum yang padat, ada orang berbuat cabul. Mereka berjanji bakal meningkatkan pengawasan, meski sebenarnya sulit juga memantau setiap sudut bus yang selalu penuh itu.
“Secara internal kami akan lakukan briefing ke petugas untuk evaluasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Komitmen itu bagus, tapi yang jelas, kejadian ini sudah terlanjur viral dan meninggalkan rasa tak nyaman. Bukan cuma bagi penumpang yang langsung menyaksikan, tapi juga bagi publik yang melihatnya lewat layar.
Artikel Terkait
Sekolah Rakyat: Dari Lorong Asrama Subuh Menuju Pemutus Rantai Kemiskinan
Setelah Pensiun, Mantan Sekjen Kemnaker Diduga Terima Aliran Rp 12 Miliar
Negara Teluk Bergerak Cegah Trump Serang Iran
Pascabencana Aceh-Sumatera, Kemensos Pacu Pemulihan Sosial dengan Prinsip Build Back Better