Menariknya, meski bersitegang, kedua delegasi sepakat membentuk kelompok kerja. Tujuannya untuk melanjutkan pembicaraan teknis soal akuisisi Greenland ini.
"Pembicaraan akan berlangsung setiap dua hingga tiga minggu," tambah Leavitt. Gedung Putih juga berusaha menjelaskan posisi Trump. Mereka bilang presiden memandang penguasaan Greenland sebagai prioritas keamanan nasional AS.
"Dia ingin Amerika Serikat mengakuisisi Greenland. Dan dia yakin itu untuk kebaikan keamanan nasional kita," pungkas Leavitt.
Jadi, di satu sisi Denmark bersikukuh menolak, sementara AS terus maju dengan rencananya. Situasinya seperti dua kereta yang melaju di rel yang sama, tapi dari arah berlawanan. Siapa yang akan mengalah?
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak Perlindungan Penuh bagi Penyandang Disabilitas
KPAI Ungkap Kekerasan terhadap Bocah Sukabumi Dilakukan oleh Ayah dan Ibu Tiri
Pemerintah Tetapkan Tiga Hari Berkabung Nasional untuk Wapres Keenam Try Sutrisno
Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Range Rover Rp 8,5 M, KPK Apresiasi