TransJakarta D41 Viral: Alasan Bus Melaju Lambat di Tol - TransJakarta Buka Suara
Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan keluhan penumpang bus TransJakarta koridor D41 rute Sawangan-Lebak Bulus yang melaju dengan kecepatan lambat saat berada di jalan tol. Menanggapi hal ini, PT TransJakarta secara resmi memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Dalam video viral yang dilihat detikcom, terlihat bus TransJakarta D41 bergerak dengan kecepatan sekitar 38 kilometer per jam di jalan tol. Penumpang yang merekam mempertanyakan laju bus pada pukul 05.00 WIB tersebut, yang dinilai terlalu pelan dan berpotensi membuat penumpang terlambat sampai di kantor.
Kekhawatiran juga disampaikan oleh penumpang mengenai batas kecepatan operasional bus. Mereka mengkhawatirkan pelanggan setia dari kawasan Sawangan akan beralih menggunakan moda transportasi lain jika kecepatan bus terus-menerus lambat.
Penjelasan Resmi TransJakarta Soal Bus Lambat
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menanggapi keluhan yang viral tersebut. Ia menegaskan bahwa kecepatan yang diterapkan oleh sopir bus TransJakarta semata-mata didasarkan pada prinsip keamanan dan kenyamanan penumpang.
"Untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan," ujar Ayu kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).
Ayu Wardhani lebih lanjut mengklarifikasi bahwa kecepatan maksimal yang ditetapkan untuk bus TransJakarta adalah 50 km/jam. Selain itu, pengemudi juga diwajibkan mempertimbangkan kondisi penumpang yang sedang berdiri di dalam bus selama perjalanan.
"Kecepatan maksimal 50 km/jam. Mempertimbangkan ada pelanggan yang berdiri juga," pungkasnya.
Dengan demikian, kecepatan bus TransJakarta yang tampak lambat di tol merupakan bagian dari prosedur operasional standar yang bertujuan menjaga keselamatan semua penumpang, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk.
Artikel Terkait
Pemerintah Rehabilitasi 42.702 Hektare Sawah Rusak Akibat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Israel Akan Bebaskan Dua Aktivis Global Sumud Flotilla, Proses Deportasi Segera Dilakukan
Prabowo Canangkan Ekonomi Biru untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Targetkan 1.386 Kampung Nelayan pada 2026
IPM Kota Bekasi Capai 84,43 Poin pada 2025, Tertinggi Kedua di Jawa Barat