"Tadi di sana disebutkan 2.000. Kemarin dari Kementerian Perumahan juga 2.000. Makanya, dari data terakhir kita justru 5.077," jelasnya.
"Lalu, yang hanyut itu ada 775 rumah."
Mahyeldi menegaskan bahwa data yang dia bawa bukan angka asal. Data tersebut, menurutnya, sudah melalui proses verifikasi ketat dan bahkan telah diserahkan ke pemerintah pusat.
"Dan ini sudah hasil verifikasi, Pak," sambungnya.
"Pengerjaannya bekerja sama dengan BNPB dan juga melibatkan Perguruan Tinggi untuk memverifikasi. Itulah data yang kita masukkan ke R3P dan sudah kita serahkan."
Artikel Terkait
Buruh Usul Subsidi Upah Rp 200 Ribu, DPRD DKI: Anggaran Tak Cukup
Dua Ayam Dicuri, Kapolsek Turun Tangan dan Kasus Berakhir Damai
Sembunyi di Bawah Tanah: Rongga Karst dan Ancaman Lubang Runtuhan
Mantan Bos Garuda Ajukan PK, Bawa Dua Bukti Baru untuk Bebas