"Tadi di sana disebutkan 2.000. Kemarin dari Kementerian Perumahan juga 2.000. Makanya, dari data terakhir kita justru 5.077," jelasnya.
"Lalu, yang hanyut itu ada 775 rumah."
Mahyeldi menegaskan bahwa data yang dia bawa bukan angka asal. Data tersebut, menurutnya, sudah melalui proses verifikasi ketat dan bahkan telah diserahkan ke pemerintah pusat.
"Dan ini sudah hasil verifikasi, Pak," sambungnya.
"Pengerjaannya bekerja sama dengan BNPB dan juga melibatkan Perguruan Tinggi untuk memverifikasi. Itulah data yang kita masukkan ke R3P dan sudah kita serahkan."
Artikel Terkait
Menaker Dorong Transparansi Bonus Hari Raya untuk Driver dan Kurir Online
Polisi Burut Tiga Anggota Jaringan Narkoba Usai Tangkap Bos Utama
Mega Maryati Gelar Pesta Ultah Mewah sebagai Self Reward di Usia 28
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri