Henry, pemiliknya, mengakui pendampingan program ini sangat membantu. Mereka berhasil memperkuat manajemen dan operasional. Bahkan, pada Desember 2025 lalu, Imago Raw Honey berhasil mengantongi sertifikasi HACCP. Sebuah langkah krusial untuk menjamin keamanan produk dan mempersiapkan produksi skala lebih besar.
Program PAG sendiri sudah berjalan sejak akhir tahun lalu. Rangkaiannya cukup panjang, dimulai dengan akselerasi bisnis secara daring. Lalu, berlanjut ke kelas intensif dengan mentor dari Universitas Gadjah Mada.
Di kelas itulah, kesepuluh champion menyusun Business Improvement Plan (BIP) sebuah peta jalan untuk pengembangan usaha, termasuk aspek finansial yang kerap jadi tantangan.
Memasuki Januari 2026, giliran tahap yang lebih praktis: visitasi lapangan. Tim asesor datang langsung ke lokasi usaha para champion. Tujuannya? Mencocokkan dokumen BIP dengan kondisi riil di lapangan, mulai dari aset, kapasitas produksi, hingga stok bahan baku. Ini jadi dasar penetapan data awal.
Tak hanya itu, visitasi juga untuk mematangkan target bulanan yang terukur, atau yang dikenal sebagai OKR. Target ini nantinya jadi acuan pemantauan kinerja dan bahkan persyaratan pencairan hibah. Di sisi lain, tim juga memverifikasi kesiapan untuk skema kolaborasi atau agregasi dengan UMKM lain.
Intinya, melalui PAG, Pertamina ingin komitmennya jelas terlihat: mendorong UMKM pangan jadi pelaku usaha yang solid, kompetitif, dan punya kontribusi riil. Bukan hanya untuk ekonomi, tapi juga untuk ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia.
Sebagai perusahaan energi, Pertamina juga menegaskan bahwa program seperti ini adalah bagian dari komitmen keberlanjutan mereka. Semua upaya dijalankan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip ESG, selaras dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola yang baik dan dampak sosial.
Artikel Terkait
101 Atlet SEA Games 2025 Siap Berlabuh di Institusi Polri
Kapolda Riau Serukan Natal sebagai Titik Balik Pelestarian Lingkungan
Gubernur Sumbar Buka Suara: Data Kerusakan Rumah Pascabanjir Lebih dari Dua Kali Lipat Catatan Pusat
Pascabencana, Warga Aceh Masih Terpaksa Gunakan Rakit untuk Aktivitas Sehari-hari