Kerugian akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Gubernur Bobby Nasution, dalam sebuah rapat di Jakarta, Kamis lalu, menyebut angkanya mencapai Rp 17,4 triliun. Tapi itu baru hitungan kerugiannya saja.
Lalu muncul angka lain yang lebih fantastis: Rp 69,47 triliun.
"Kenapa ada total kebutuhan segitu?" sambung Bobby, mencoba menjawab keheranan yang mungkin muncul.
Menurutnya, perbedaannya terletak pada pendekatan perbaikan. Bukan sekadar membetulkan yang rusak, tapi membangun ulang agar lebih aman dan tahan lama. Ambil contoh infrastruktur jalan. Nilai kerugiannya mungkin tercatat Rp 10,90 triliun, namun untuk membangunnya kembali dengan standar yang lebih baik, angka itu jelas tak akan cukup.
"Mungkin secara nilai kerugian di sini ada tertulis Rp 10,90 triliun. Namun mohon izin, ada beberapa ruas jalan yang kalau diperbaiki dengan angka segitu tidak bisa lagi," jelas Bobby.
Faktanya, banyak ruas jalan nasional dan provinsi di Sumut yang kondisinya sudah parah. Jalur lama dinilai tak lagi layak dipakai. Sementara jalan yang masih bisa dilewati pun butuh perbaikan serius agar tak mudah ambrol lagi di kemudian hari.
Artikel Terkait
KPK Perluas Penyidikan Suap Bea Cukai ke Dua Produsen Rokok
Ahli Ingatkan Bahaya Overhidrasi: Minum Air Berlebihan Bisa Bebani Ginjal
Bamsoet Ungkap Pesan Terakhir Try Sutrisno: Tinjau Ulang Amandemen UUD 1945
Israel Klaim Tewaskan Kepala Intelijen Hizbullah dalam Serangan di Beirut