Kerugian akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Gubernur Bobby Nasution, dalam sebuah rapat di Jakarta, Kamis lalu, menyebut angkanya mencapai Rp 17,4 triliun. Tapi itu baru hitungan kerugiannya saja.
Lalu muncul angka lain yang lebih fantastis: Rp 69,47 triliun.
"Kenapa ada total kebutuhan segitu?" sambung Bobby, mencoba menjawab keheranan yang mungkin muncul.
Menurutnya, perbedaannya terletak pada pendekatan perbaikan. Bukan sekadar membetulkan yang rusak, tapi membangun ulang agar lebih aman dan tahan lama. Ambil contoh infrastruktur jalan. Nilai kerugiannya mungkin tercatat Rp 10,90 triliun, namun untuk membangunnya kembali dengan standar yang lebih baik, angka itu jelas tak akan cukup.
"Mungkin secara nilai kerugian di sini ada tertulis Rp 10,90 triliun. Namun mohon izin, ada beberapa ruas jalan yang kalau diperbaiki dengan angka segitu tidak bisa lagi," jelas Bobby.
Faktanya, banyak ruas jalan nasional dan provinsi di Sumut yang kondisinya sudah parah. Jalur lama dinilai tak lagi layak dipakai. Sementara jalan yang masih bisa dilewati pun butuh perbaikan serius agar tak mudah ambrol lagi di kemudian hari.
Di sisi lain, Bobby juga menyoroti kebutuhan lain di luar infrastruktur fisik, seperti rehabilitasi di sektor kesehatan. Untuk mendanai semua ini, pemerintah provinsi sudah berupaya mengakali anggaran yang ada.
"Kami putar-putar lagi, dapatlah Rp 430 miliar lagi untuk kami anggarkan untuk dampak bencana ini," ucapnya.
Tapi itu jelas belum memadai. Bobby pun menyampaikan permohonan khusus.
"Mohon izin, mungkin angka 430 miliar ini bisa lebih kami besarkan lagi kalau TKD kami juga bisa dikembalikan. Kami enggak minta banyak-banyak, cukup untuk daerah yang terdampak bencana saja dulu," katanya.
Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi (R3P) yang detail sendiri ditargetkan selesai sebelum akhir Januari 2026. Angka-angka besar itu kini menunggu realisasi, sementara warga di lokasi bencana masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Vietnam demi Tiket Semifinal
Kepala DKP DKI Pastikan 7 Ton Ikan Sapu-sapu Dimusnahkan, Tak Ada Penyalahgunaan
Rano Karno: Kemajuan Jakarta Bukan Hanya Soal Infrastruktur, Tapi Kualitas Manusia
Iran Perbarui Data Korban Tewas, 3.400 Orang Gugur dalam Konflik dengan AS dan Israel