Personel militer NATO konon bakal mulai berdatangan ke Greenland hari Kamis ini. Ini terjadi setelah pertemuan pejabat Amerika, Denmark, dan Greenland di Washington berakhir tanpa titik terang. Mereka masih berselisih paham, dan ketidaksepakatan itu disebut mendasar.
Di sisi lain, niat Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih pulau Arktik itu sudah bukan rahasia lagi. Trump terus bersikukuh. Alasannya, wilayah otonom di bawah Denmark ini punya nilai strategis yang luar biasa bagi keamanan Amerika, belum lagi kekayaan mineral yang terkandung di dalamnya.
Menurut sejumlah saksi, situasi mulai memanas sejak Rabu kemarin. Prancis, Swedia, Jerman, dan Norwegia sudah lebih dulu mengumumkan rencana pengiriman pasukan. Tujuannya ke Nuuk, ibu kota Greenland, untuk misi pengawasan.
Wakil Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, memberikan konfirmasinya dalam sebuah jumpa pers.
"Kehadiran tentara NATO di sini akan makin terasa mulai hari ini dan beberapa hari ke depan," ujarnya. "Akan ada peningkatan aktivitas, baik penerbangan maupun kapal militer."
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan