Namun begitu, potensi yang besar tentu butuh dukungan infrastruktur. Eddy menyampaikan bahwa pemerintah serius membangun jaringan transmisi listrik skala besar, atau super grid. Tujuannya jelas: menghubungkan pusat-pusat energi terbarukan, termasuk geothermal, dengan wilayah padat permintaan seperti Jawa. Tanpa itu, pemanfaatan optimal akan sulit tercapai.
Dari sisi regulasi, ia menilai sudah ada kemajuan. Pemerintah disebut telah memberikan kepastian hukum lewat sejumlah kebijakan, seperti Perpres tentang percepatan energi terbarukan dan kerangka nilai ekonomi karbon. Regulasi ini bukan sekadar formalitas. Ia membuka pintu bagi proyek geothermal untuk mendapatkan manfaat tambahan dari pasar karbon, di samping pendapatan utama dari penjualan listrik.
imbuhnya.
Lebih detail, ia merujuk pada Perpres Nomor 112 Tahun 2022 dan Perpres Nomor 110 Tahun 2025. Keduanya disebut memberikan kepastian jangka panjang.
ungkap Eddy.
Ia menutup pandangannya dengan optimisme yang kuat.
Artikel Terkait
Iran Bergegas Cari Pengganti Khamenei Usai Pemimpin Tertinggi Tewas
InJourney Airports Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026 hingga 5 Maret
Iran Hadapi Kekosongan Kekuasaan, Majelis Pakar Dipercepat Cari Pengganti Khamenei
Iran Hadapi Masa Transisi Krusial Pasca-Wafatnya Pemimpin Tertinggi Khamenei