Suasana belajar di sebuah SMK Negeri di Tanjung Jabung Timur, Jambi, berubah ricuh Selasa pagi lalu. Seorang guru, Agus Saputra, dikeroyok sejumlah muridnya di area sekolah. Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah jam pelajaran, dan rekamannya kini membanjiri media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat Agus menjadi sasaran amuk siswa. Ada pula cuplikan lain yang tak kalah mencemaskan: sang guru terlihat mengacungkan celurit, berusaha membubarkan kerumunan siswa yang mengitarinya. Situasinya benar-benar di luar kendali.
Menurut penuturan Agus, semuanya berawal dari sebuah teguran yang tidak pantas. Saat ia berjalan di depan kelas, seorang siswa meneriakkan kata-kata kasar ke arahnya. "Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru," ujar Agus, Kamis (15/1/2026).
"Dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar."
Merasa dilecehkan, Agus pun memasuki ruangan. Ia menuntut siswa yang bersangkutan untuk mengaku. Salah satu murid akhirnya maju. Namun alih-alih menyesal, siswa tersebut justru menantang sang guru. Agus mengaku, refleksnya saat itu adalah menampar si murid.
"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," katanya.
Bagi Agus, tamparan itu adalah bentuk pendidikan moral. Tapi jelas, siswa yang ditampar tidak terima. Pertikaian pun meruncing dan sempat coba diredam oleh guru lain. Di sisi lain, muncul versi lain dari sejumlah siswa. Mereka menyebut Agus telah memicu keributan dengan menghina seorang murid dengan sebutan 'miskin'.
Artikel Terkait
Iran Bergegas Cari Pengganti Khamenei Usai Pemimpin Tertinggi Tewas
InJourney Airports Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026 hingga 5 Maret
Iran Hadapi Kekosongan Kekuasaan, Majelis Pakar Dipercepat Cari Pengganti Khamenei
Iran Hadapi Masa Transisi Krusial Pasca-Wafatnya Pemimpin Tertinggi Khamenei