Undangannya cukup masif sekitar 1.200 orang diharapkan hadir untuk berdialog langsung dengan Presiden.
Kalau dicermati, langkah ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menaruh perhatian pada dunia pendidikan. Pras menyebutnya sebagai faktor kunci. Di sisi lain, ini juga merupakan sinyal kuat bahwa penguatan SDM menjadi prioritas strategis menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia,” tegas Pras.
“Pengawakan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan.”
Pertemuan ini, dengan kata lain, bukan sekadar temu biasa. Ia adalah bagian dari narasi besar pembangunan yang ingin digaungkan pemerintah, dengan pendidikan dan kualitas manusia sebagai titik sentralnya.
Artikel Terkait
Buruh Tuntut UMP DKI Rp 5,89 Juta, Ancam Nombok Jika Tak Direvisi
Hasil Panen Lapas Disumbangkan Sepenuhnya untuk Korban Banjir Sumatera
Gus Ipul Yakin Target 500 Sekolah Rakyat Prabowo Tepat Sasaran
Moratorium Penebangan Kayu Diberlakukan Usai Banjir Besar Sumatera