Namun begitu, suasana mungkin sudah memanas sebelum pertemuan dimulai. Beberapa jam sebelumnya, Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen berusaha meredam ketegangan. Dia menegaskan bahwa Denmark justru sedang meningkatkan kehadiran militernya di wilayah itu. Bahkan, pembicaraan dengan sekutu soal memperkuat pos NATO di Arktik juga sedang berjalan.
Di sisi lain, Trump punya pandangan sendiri. Dia bersikeras bahwa NATO harus jadi pemimpin dalam membangun sistem pertahanan rudal berlapis itu. Kalau tidak? Ancaman dia jelas. "Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan melakukannya, dan itu tidak akan terjadi!" tulisnya lagi.
Ini bukan kali pertama Trump bersuara soal Arktik. Sejak memerintahkan serangan mematikan di Venezuela awal Januari lalu, nada-nadanya terdengar semakin berani. Dia berulang kali mengancam akan mengambil alih wilayah luas dan strategis itu, meski penduduknya jarang dan sekutunya sendiri Denmark pasti tak akan tinggal diam.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan