"Belum tahu kita. Kita tanya pertama siapa dulu pelakunya, kita belum sampai ke situ (motif). Tapi kayaknya sudah menghadap ke sana dia. Kalau saya sih curiganya ada permintaan dari siapa di situ,"
imbuhnya. Dia belum bisa memastikan lebih lanjut.
Begitu kabar penebangan ilegal itu sampai, pihak kecamatan langsung bergerak. Mereka mengecek ke dua instansi yang kemungkinan besar terlibat: Satpel Bina Marga dan Satpel Taman. Alasannya sederhana. "Yang punya mesin potong itu enggak ada lain cuma dua doang, kan gitu kita bilang," tutur Mustofa.
Pendekatannya langsung. Mereka kirim pesan lewat WhatsApp untuk memastikan. "Kalau Satpel Taman sudah menghadap, kita "yakinin" dia enggak. Tapi pas Satpel dari Bina Marga, 'Izin Pak saya menghadap'. Ya sudah kita 'dedes' (interogasi) dia,"
cerita Camat itu menggambarkan proses pemeriksaan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan