Belgorod sendiri bukan wilayah asing bagi serangan semacam ini. Wilayah ini kerap jadi sasaran, bahkan pekan ini sempat dilanda pemadaman listrik besar-besaran yang membuat warga resah.
Kembali ke Rostov, situasinya juga mencemaskan. Selain korban tewas, empat orang lainnya mengalami luka-luka. Yang memilukan, di antara korban luka itu ada seorang balita berusia empat tahun. Serangan-serangan terpisah di area lain juga memicu kebakaran di beberapa kompleks industri, menambah kepanikan.
Rostov bukan kota sembarangan. Selama empat tahun terakhir, wilayah ini menjadi pusat komando dan logistik utama bagi operasi militer Rusia di Ukraina. Serangan ini, oleh sejumlah pengamat, dilihat sebagai pukulan yang cukup signifikan baik secara simbolis maupun strategis.
Namun begitu, serangan drone Ukraina ini tak datang dari ruang hampa. Ini disebut-sebut sebagai serangan balasan. Sudah menjadi rahasia umum, Rusia membombardir kota-kota Ukraina hampir tiap malam dengan ratusan drone dan rudal sejak invasi dimulai. Perang yang sudah berlarut-larut ini, tampaknya, kian mendekatkan dampaknya ke jantung wilayah Rusia sendiri.
Artikel Terkait
Di Ujung Vonis: Kisah Sarah Mardini dan Ujian Solidaritas Eropa
Polisi Ringkus Enam Pak Ogah di Tol Rawa Buaya Usai Video Pungli Viral
Tes DNA Talent Berbasis AI: Cara Sekolah Rakyat Petakan Bakat Siswa Tanpa Ujian Akademik
Dua Bukti Baru Dijadikan Senjata Emirsyah Satar dalam Upaya PK