Rabu (14/1/2026) lalu, suasana Desa Cucukan di Klaten terasa berbeda. Di bawah terik matahari, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan bukan cuma satu, tapi sembilan belas Jembatan Merah Putih Presisi sekaligus. Seluruhnya tersebar di Jawa Tengah dan sudah bisa dipakai masyarakat.
Acara serentak itu dipusatkan di Kecamatan Prambanan. Tampak hadir mendampingi Kapolri, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Kapolda setempat, Irjen Ribut Hari Wibowo. Mereka berdiri di antara kerumunan pejabat dan warga yang penasaran.
Tak ketinggalan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga datang. Lengkap dengan jajaran Forkopimda kabupaten. Mulai dari Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko, Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, sampai Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo. Semua hadir menyaksikan momen ini.
Dalam sambutannya, Sigit tak pelit memberikan apresiasi.
"Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya pada seluruh jajaran Polda Jawa Tengah dan pihak terkait," ujarnya. "Kerja keras kalian yang membuat acara ini sukses."
Ia lantas menjelaskan makna di balik pembangunan ini. Menurut Sigit, ini adalah wujud komitmen Polri menjalankan perintah Presiden. Tujuannya jelas: meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan warga.
"Dengan jembatan ini, mobilitas masyarakat jadi lebih gampang," sambungnya. "Anak-anak bisa ke sekolah dengan aman. Aktivitas ekonomi dan pemulihan infrastruktur juga terdongkrak. Intinya, akses ke daerah-daerah yang sebelumnya terbatas, sekarang diperkuat."
Nah, di mana saja lokasi ke-19 jembatan yang diresmikan itu? Berikut daftarnya. Mulai dari Batang sampai Semarang, panjangnya bervariasi, tapi progresnya sama-sama seratus persen.
Pertama, ada di Desa Siwatu, Wonotunggal, Batang, hasil garapan Satbrimobda Jateng. Panjangnya 35 meter. Lalu di Demak, tepatnya di KP. Dumenggalan, Kelurahan Bintoro, berdiri jembatan sepanjang 30 meter.
Wilayah Pekalongan menyusul dengan jembatan 11 meter di Desa Trajumas. Brebes punya jembatan 8 meter di Desa Bantarkawung. Sementara Kudus membangun jembatan 12 meter di Dusun Kayuapu.
Blora tak ketinggalan. Di Kelurahan Bangkle, sebuah jembatan sepanjang 15 meter kini telah berdiri. Sukoharjo justru paling banyak, dengan enam lokasi berbeda. Mulai dari Mranggen (12m), Karanganyar-Weru (20m), Puhgogor (20m), Mulur (25m), Wirogunan (8m), hingga Tiyaran (5m).
Klaten, sebagai tuan rumah acara, punya jembatan penghubung Desa Cucukan dan Kotesan sepanjang 30 meter. Karanganyar membangun jembatan 20 meter di Dukuh Bloran. Sragen punya jembatan 10 meter di Dukuh Tieng.
Daerah lain juga mendapat bagian. Wonogiri membangun jembatan 21 meter di Dusun Dungtemu. Purworejo menyelesaikan jembatan 23 meter di Dusun Jetak. Kebumen menambahkan jembatan 30 meter di Desa Jlegiwangun. Terakhir, Semarang merampungkan jembatan terkecil, 6 meter, di Dusun Cemanggal Kidul.
Semuanya sudah jadi. Tinggal menunggu manfaatnya dirasakan warga sehari-hari.
Artikel Terkait
Asbanda Dorong BPD Tinggalkan Peran Administratif, Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Polisi Terbitkan SP3 untuk Rismon Sianipar dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polisi Tangkap 10 Tersangka Pengeroyokan Brutal terhadap Kepala Desa di Lumajang
IMX 2026 Gelar Pameran Modifikasi di Kawasan Candi Prambanan