Hal itu wajar, sebab rencana jalur itu akan melintasi beberapa area tanah yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan tambang itu sendiri. Menurut Sekda, respons mereka terhadap wacana kolaborasi ini sangat positif.
sebutnya lagi.
Harapannya, dengan kerja sama ini semua pihak bisa saling menjaga. Dari sisi lingkungan, Pemprov Jabar disebutkan akan lebih ketat lagi dalam mengawasi pembukaan lahan tambang baru. "Kita punya itikad baik untuk merespons semua kegiatan di area pertambangan, baik dari masyarakat maupun pengusaha. Aspirasi ini akan kita sampaikan ke Pak Gubernur," ungkap Ajat.
Lalu, seperti apa jalan khusus yang dimaksud? Rencananya, jalur sepanjang 15 kilometer itu akan membentang dari Cigudeg hingga Rumpin. Yang jelas, jalan ini nanti hanya untuk operasional tambang semata.
"Jadi di jalan tambang itu hanya untuk angkutan barang atau tambang. Tidak boleh ada angkutan tambang itu masuk ke jalan provinsi atau jalan kabupaten yang sudah ada. Panjangnya kurang lebih 15 kilometer," pungkasnya menegaskan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan