Rinciannya? Jawa punya 70 titik, Sumatera 35, Sulawesi 28, Kalimantan 13, Maluku 7, Papua 6, serta Bali dan Nusa Tenggara 7 titik. Secara total, program ini melayani hampir 16 ribu siswa, didukung oleh lebih dari 2.200 guru dan sekitar 4.900 tenaga pendidik.
“Semua yang kami laporkan adalah bagian dari upaya untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden karena sekolah rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo,” jelas Gus Ipul.
Nah, di sinilah peran BNI terlihat. Eko Setyo Nugroho menjelaskan, bank pelat merah ini tak cuma jadi penonton. Mereka terlibat aktif dengan menyiapkan Agen46 Mini Bank dan program Bank Sampah di lokasi sekolah. Mereka juga membuka rekening untuk para siswa.
Yang menarik, kartu siswa yang diberikan berfungsi ganda. Selain sebagai identitas, kartu itu dilengkapi reader untuk absensi elektronik. BNI juga menyiapkan sistem cashless yang rapi untuk menyalurkan dana dari Kemensos, membayar gaji guru, hingga transaksi dengan mitra seperti katering. Semuanya memanfaatkan QRIS dan BNIdirect, dengan dashboard monitoring yang transparan.
“Melalui dukungan tersebut, BNI ingin memastikan kehadiran layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengelolaan administrasi pendidikan yang modern dan transparan di lingkungan Sekolah Rakyat,” kata Eko.
Jadi, lewat program ini, BNI seakan menegaskan kembali komitmennya. Mereka tak cuma urusan transaksi keuangan, tapi juga ikut menopang fondasi pembangunan SDM lewat pendidikan. Dan itu, menurut mereka, adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.
Artikel Terkait
Ibu Korban Kekerasan Anak di Sukabumi Ajukan Perlindungan LPSK Usai Terima Ancaman
Wakil Ketua MPR Serukan Kampus Jadi Garda Terdepan Atasi Krisis Iklim
Sopir Truk Kontainer Unjuk Rasa di Cakung, Protes Antrean Bongkar Muat Berjam-jam
Polisi Buru Pelaku Pencurian Tabung Gas 3 Kg di Warung Jati Padang