Wilayah Teluk Guinea, tempat kejadian berlangsung, memang rawan. Membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola, kawasan ini adalah jalur maritim utama untuk ekspor minyak dan gas Afrika Barat. Sayangnya, lalu lintas kapal yang padat itu juga menarik perhatian para perompak.
Lalu, bagaimana respons Indonesia?
Kementerian Luar Negeri RI lewat Jubirnya, Vahd Nabyl, menyebut bahwa KBRI di Yaounde, Kamerun yang juga merangkap wilayah kerja Gabon telah bergerak cepat.
jelas Nabyl.
Situasinya masih berkembang. Semua pihak kini menunggu perkembangan dari penyelidikan otoritas Gabon, sambil berharap para awak kapal yang diculik dapat segera dibebaskan dengan selamat.
Artikel Terkait
DPR Buka Peluang E-Voting Pilkada, Tapi Prosesnya Masih Jauh dari Kata Pasti
Menteri Tito Ajari Bupati, Sorotan Baru Soal Lambatnya Pendataan Korban Bencana
SBY Tegaskan: Matahari Partai Demokrat Hanya Satu, AHY
KPK Geledah Kantor Pajak, Lanjutkan Penyidikan Kasus Suap