"Potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih diprediksi dapat terjadi di sejumlah wilayah, meliputi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, serta Papua Pegunungan," urainya.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau semua pihak untuk tetap waspada. Cuaca bisa berubah dengan cepat, dan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir atau tanah longsor perlu diantisipasi. Mereka juga menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati saat merencanakan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
Nah, karena hujan belum juga reda, ada baiknya kita mempersiapkan diri. Berikut beberapa barang yang sebaiknya selalu ada di dalam tas saat musim penghujan seperti sekarang:
Payung dan jas hujan tentu jadi barang wajib. Jangan lupa bawa sandal jepit dan jaket. Untuk melindungi barang bawaan, gunakan cover bag anti air atau dry bag. Sarung sepatu juga berguna agar sepatu kesayangan tidak basah. Siapkan juga pakaian ganti, tisu, dan handuk kecil untuk berjaga-jaga.
Selain perlengkapan, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar kita bisa menghadapi musim hujan dengan lebih siap:
- Waspadai penyakit yang sering muncul saat musim hujan, seperti DBD atau diare.
- Hati-hati saat berkendara. Hindari berteduh di bawah pohon besar dan jangan ngebut di jalan yang licin.
- Rajin-rajinlah memantau info prakiraan cuaca terbaru dari sumber resmi.
- Kenali wilayah tempat tinggalmu, mana titik rawan banjir atau pohon yang berpotensi tumbang.
- Persiapkan tas siaga bencana di rumah.
- Periksa dan bersihkan saluran air serta drainase di sekitar rumah secara berkala.
- Stop buang sampah sembarangan, apalagi ke kali atau selokan.
- Pantau juga tinggi muka air dan kondisi pintu air di lingkunganmu.
Artikel Terkait
BNPB Turun Tangan, Hujan Deras di Jakarta Dijinakkan dengan Teknologi Awan
Prabowo Tiba di Malang, Resmikan SMA Taruna Nusantara
BNI Dukung Sekolah Rakyat Prabowo, Kartu Siswa Bisa untuk Absen dan Transaksi Cashless
Sekolah Rakyat Tembus 166 Titik, Gus Ipul: Ini Ekosistem Perlindungan dan Pemberdayaan