"Kondisi cuaca ekstrem ini tidak terjadi secara kebetulan," tegas Ida.
Dia menyebutkan, hujan dengan intensitas sangat lebat lebih dari 100 milimeter per hari tercatat di Jawa Barat (129 mm), NTT (126 mm), dan Bali (120 mm). Menurut analisis BMKG, ada beberapa faktor yang berhimpitan.
"Pertama, ada peningkatan kecepatan angin di Laut China Selatan yang bergerak ke selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa," paparnya.
Singkatnya, kombinasi dinamika atmosfer skala regional itulah yang saling memperkuat dan akhirnya memicu hujan lebat berkepanjangan. Jadi, ini bukan sekadar hujan lokal biasa. Wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara semuanya merasakan dampak yang sama, dengan Jabodetabek menjadi salah satu titik yang paling parah kebanjiran pagi tadi.
Artikel Terkait
Kali Cimanceri Meluap, 190 Rumah di Bogor Terendam Banjir
Empat WNI Jadi Korban Penculikan di Kapal Ikan Gabon
Menu Bergizi Gratis Picu Keracunan Massal, Ratusan Siswa Grobogan Terluka
KM Bima Mogok di Dekat Pulau Onrust, 41 Orang Dievakuasi Polairud