Donald Trump kembali membuat pernyataan yang menyentak soal Venezuela. Mantan Presiden AS itu, lewat akun Truth Social-nya, tiba-tiba saja mengklaim dirinya sebagai 'Presiden Sementara Venezuela'. Ini bukan kali pertama ia menyoroti negara Amerika Latin tersebut, tapi klaim kali ini benar-benar di luar dugaan.
Unggahan yang muncul Senin (13/1/2026) itu dilaporkan oleh sejumlah media internasional. Trump tak banyak bicara. Ia hanya memposting sebuah tangkapan layar dari halaman Wikipedia atau yang terlihat seperti itu.
Dalam gambar tersebut, terpampang foto resminya dengan jabatan baru yang tercantum persis di bawah namanya: "Acting President of Venezuela". Tulisan itu seolah menindih keterangan lamanya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke-47.
Namun begitu, ada yang janggal. Tampaknya, screenshot itu adalah hasil rekayasa. Editan digitalnya terlihat cukup jelas bagi yang memperhatikan. Wikipedia sendiri, seperti kita tahu, bisa diubah oleh siapa saja, meski perubahan palsu biasanya cepat dikoreksi.
Lantas, apa maksud Trump? Apakah ini sekadar lelucon, provokasi politik, atau sesuatu yang lebih serius? Ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Hanya gambar itu yang berbicara.
Pernyataan ini tentu menambah panjang daftar kontroversinya terkait Venezuela. Sebelumnya, pemerintahan Trump dikenal keras terhadap rezim Maduro dan bahkan pernah mendukung upaya kudeta. Kini, di tengah hiruk-pikuk peta politik AS, ia muncul dengan klaim aneh sekaligus bombastis ini.
Reaksi dari Venezuela sendiri belum terdengar. Tapi bisa dipastikan, Caracas tidak akan menganggapnya serius. Di sisi lain, unggahan ini sukses memancing perhatian global dan memenuhi timeline berita, persis seperti yang mungkin diharapkannya.
Artikel Terkait
Korban Kekerasan Pesantren di Bangka Alami Cedera Limpa, Kondisi Mulai Membaik
Satu Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Hanyut di Sungai Banjaran
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran