Langkah apa yang akan diambil Donald Trump terkait Iran? Pertanyaan itu terus bergulir. Gedung Putih, melalui juru bicaranya, memberikan sinyal keras: Presiden Amerika Serikat itu tidak ragu untuk mengerahkan militer jika diperlukan. Ancaman kekuatan mematikan dinyatakan siap dijadikan senjata.
Diwawancarai Fox News, Sekretaris Pers Karoline Leavitt bersuara lantang. Pernyataannya dikutip luas, termasuk oleh Al Jazeera, Selasa (13/1/2026) lalu.
"Prinsipnya, diplomasi selalu jadi opsi pertama," ujar Leavitt.
Tapi nada bicaranya langsung berubah. "Tapi Presiden Trump sama sekali tidak gentar menggunakan kekuatan mematikan dan kemampuan militer Amerika, kapan pun dia anggap itu penting. Rezim Iran, saya kira, paham betul soal ini."
Pernyataan itu terasa seperti peringatan terbuka. Dan tentang langkah selanjutnya? Leavitt sengaja membiarkannya menggantung, penuh teka-teki.
Artikel Terkait
Anies Kritik Dinasti Politik dan Desak Evaluasi Aturan Pilkada
NasDem Kalbar Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Bahas Target Pemilu 2029
Ratusan TKA Ilegal di KEK Galang Batang Soroti Lemahnya Integrasi Data
Tiga Remaja Tangerang Diamankan Usai Lempar Petasan ke Sopir Angkot