Ancaman intervensi militer AS terhadap Iran yang dilontarkan Donald Trump mendapat respons keras dari China. Pemerintah Beijing dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan dari luar ke dalam urusan negara lain.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan hal itu dalam sebuah konferensi pers. Suaranya jelas dan tanpa keraguan.
"Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain," katanya.
Ia lalu menambahkan, semua pihak seharusnya berkontribusi pada perdamaian kawasan. "Kami menyerukan agar lebih banyak hal dilakukan untuk mendukung stabilitas di Timur Tengah," imbuh Mao, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu.
Di Teheran, situasinya sendiri sudah sangat panas. Gelombang protes yang berawal dari tuntutan ekonomi telah berlangsung selama dua pekan. Aksi itu kian meluas, meski diwarnai penindasan yang oleh beberapa kelompok HAM disebut sebagai "pembantaian".
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, akhirnya angkat bicara. Ini adalah pernyataan pertamanya sejak unjuk rasa pecah.
Artikel Terkait
Prabowo Canangkan 34 Proyek Sampah Jadi Listrik, Target Beroperasi Dua Tahun
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Dugaan Palsukan Ijazah Jokowi
Kapolres Bogor Turun Langsung, Negosiasi Redakan Demo Tambang di Cigudeg
Blora Gelar Kendurian Desa, Dukung Program Pangan Nasional