Ancaman intervensi militer AS terhadap Iran yang dilontarkan Donald Trump mendapat respons keras dari China. Pemerintah Beijing dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan dari luar ke dalam urusan negara lain.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan hal itu dalam sebuah konferensi pers. Suaranya jelas dan tanpa keraguan.
"Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain," katanya.
Ia lalu menambahkan, semua pihak seharusnya berkontribusi pada perdamaian kawasan. "Kami menyerukan agar lebih banyak hal dilakukan untuk mendukung stabilitas di Timur Tengah," imbuh Mao, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu.
Di Teheran, situasinya sendiri sudah sangat panas. Gelombang protes yang berawal dari tuntutan ekonomi telah berlangsung selama dua pekan. Aksi itu kian meluas, meski diwarnai penindasan yang oleh beberapa kelompok HAM disebut sebagai "pembantaian".
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, akhirnya angkat bicara. Ini adalah pernyataan pertamanya sejak unjuk rasa pecah.
Artikel Terkait
Al Azhar Memorial Garden Raih Penghargaan Best Islamic Memorial Garden and Spiritual Services 2026
Ibas Tinjau Langsung Operasional Layanan Gizi Anak di Ngawi Saat Ramadan
Analisis: PDIP Dituding Coba Degradasi Pemerintahan Prabowo Lewat Polemik Anggaran MBG
Wamen LHK Tegaskan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebagai Penyangga Kehidupan