Ancaman intervensi militer AS terhadap Iran yang dilontarkan Donald Trump mendapat respons keras dari China. Pemerintah Beijing dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan dari luar ke dalam urusan negara lain.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan hal itu dalam sebuah konferensi pers. Suaranya jelas dan tanpa keraguan.
"Kami selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain," katanya.
Ia lalu menambahkan, semua pihak seharusnya berkontribusi pada perdamaian kawasan. "Kami menyerukan agar lebih banyak hal dilakukan untuk mendukung stabilitas di Timur Tengah," imbuh Mao, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu.
Di Teheran, situasinya sendiri sudah sangat panas. Gelombang protes yang berawal dari tuntutan ekonomi telah berlangsung selama dua pekan. Aksi itu kian meluas, meski diwarnai penindasan yang oleh beberapa kelompok HAM disebut sebagai "pembantaian".
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, akhirnya angkat bicara. Ini adalah pernyataan pertamanya sejak unjuk rasa pecah.
Artikel Terkait
MK Gelar Purnabakti Hakim Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia
Bupati Tulungagung Tersangka KPK, Diduga Pakai Surat Sakti untuk Paksa Pejabat
Papan Pintar IFP Tingkatkan Antusiasme Belajar Siswa di Pati