Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Pezeshkian tak ragu menuding pihak asing. Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel, yang ia sebut sebagai musuh Iran, sengaja menebar kekacauan setelah gagal menundukkan Iran dalam perang Juni tahun lalu.
"Musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan," tegasnya.
Kemarahannya terutama ditujukan pada serangkaian serangan terhadap tempat umum. Masjid, pasar, dan fasilitas publik lainnya menjadi sasaran. Pezeshkian menyalahkan sepenuhnya AS dan Israel atas kekerasan yang terjadi.
Klaimnya cukup spesifik. Ia menuduh kedua negara itu melatih kelompok-kelompok tertentu, baik di dalam maupun luar Iran.
"Mereka bahkan membawa teroris dari luar negeri," ujarnya dalam wawancara dengan Press TV pada Minggu malam. "Orang-orang ini terlatih. Tujuannya jelas: membakar, menghancurkan, dan menciptakan ketakutan."
Jadi, sementara China dari jauh mengingatkan soal prinsip non-intervensi, di lapangan, Iran justru melihat tangan asing berada di balik kerusuhan yang mengguncang negaranya. Ancaman Trump, meski belum jadi aksi nyata, telah cukup memanaskan lagi ketegangan di kawasan yang sudah rentan itu.
Artikel Terkait
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan
Kemenhan Tegaskan Perjanjian Lintas Udara AS Belum Final, Aturan Ketat Berlaku