Mendagri Tito Pimpin Rapat Darurat, Pacu Pemulihan Pascabencana di Sumut

- Senin, 12 Januari 2026 | 22:36 WIB
Mendagri Tito Pimpin Rapat Darurat, Pacu Pemulihan Pascabencana di Sumut

Di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, suasana pagi Senin (12/1/2026) terasa cukup padat. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh pimpinan daerah se-Sumut. Agenda utamanya jelas: memacu pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Sumatra.

Tito menegaskan, percepatan pemulihan ini adalah prioritas utama. Presiden sendiri telah membentuk Satuan Tugas khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Satgas yang melibatkan banyak kementerian ini, kata Tito, dipimpinnya langsung. Tujuannya satu: memastikan semua upaya berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

“Salah satu indikator penting itu kabupaten, kota, itu pemerintahannya berjalan lancar,” ujar Mendagri.

“Paling tidak, tingkat kabupaten itu dulu berjalan lancar. Setelah itu nanti kecamatannya dan juga desanya.”

Sebelum ke Medan, Tito sudah lebih dulu bertemu dengan Forkopimda Aceh. Ia bergerak cepat, melakukan konsolidasi dan menghimpun berbagai masalah di lapangan termasuk aspirasi dari para bupati dan wali kota.

Lalu, bagaimana kondisi terkini? Berdasarkan pengecekan dan laporan dari kepala daerah, situasinya cukup beragam. Namun secara umum, progres pemulihan terlihat signifikan. Fungsi pemerintahan di banyak wilayah sudah berangsur normal. Meski begitu, di tingkat desa masih ada beberapa titik yang butuh penanganan ekstra.

Masalah lain yang mencuat adalah rusaknya akses jalan di sejumlah daerah. Ini jadi perhatian serius. Tito menyatakan pemerintah akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk segera membenahinya.

Di sisi lain, ada kabar baik yang patut disyukuri.

“Dari sisi ekonomi, "good news"-nya, hampir semua pasar, restoran, warung, itu hidup,” jelasnya dengan nada optimis.

Geliat perekonomian yang mulai kembali ini menjadi sinyal positif. Dalam forum tersebut, Tito tak lupa memberikan apresiasi. Ia menyebut kerja keras pemerintah pusat dan daerah, plus jajaran TNI/Polri, telah mendorong percepatan pemulihan. Provinsi Sumut, khususnya, dinilai responsif dan cepat dalam mengeksekusi langkah penanganan, termasuk menyalurkan bantuan.

Namun begitu, pekerjaan rumah masih menumpuk. Persoalan seperti sedimentasi sungai yang memerlukan normalisasi, misalnya, akan segera diusulkan. Begitu pula dengan perbaikan akses jalan.

“Perbaikan akses jalan darat, tadi sudah kita sampaikan,” tandas Tito.

“Data detailnya bagi rekan-rekan bupati, wali kota, yang syukur kalau direkap. Tapi kalau rekan-rekan punya data detail ruas jalan [rusak], ini nasional, ruas jalan ini yang punya provinsi, ruas jalan punya kabupaten/kota [dapat dilaporkan kepada pemerintah pusat].”

Rapat yang digelar di Kantor Gubernur Sumut itu juga dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution beserta Wakil Gubernur Surya, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Sumut. Mereka semua tampak serius mendengarkan, siap mengawal langkah-langkah pemulihan ke depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar