Tugasnya beragam. Mulai dari menyedot air, memastikan saluran-saluran air berfungsi, hingga menyiapkan bantuan kebutuhan dasar untuk para pengungsi. Semua dilakukan dengan berkoordinasi penuh dengan aparat kelurahan dan kecamatan.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," ungkap Suhardiman lagi, mencoba meyakinkan.
Namun begitu, situasinya masih perlu diwaspadai. BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati. Potensi genangan masih mungkin terjadi mengingat cuaca yang tak menentu.
Untuk keadaan darurat, mereka mengingatkan nomor penting yang bisa dihubungi.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," imbau Suhardiman menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Truk Angkut Limbah Besi Tabrak 8 Kendaraan di Bekasi, Diduga Gagal Rem
Polres Pelabuhan Tanjungperak Gelar Patroli Cipkon, Kawasan Rawan Aman Kondusif
Jaksa Tuntut Eks Petinggi Pertamina 6,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi LNG
MK Gelar Purnabakti Hakim Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru