Kepanikan tentu saja sempat melanda. Namun, berkat respons cepat para guru, semua siswa bisa dibawa keluar dengan selamat. Mereka berhamburan ke lapangan sekolah, meninggalkan ruang kelas yang tiba-tiba berantakan.
Dampak kerusakannya ternyata cukup luas. Runtuhan itu tak hanya menghantam satu ruangan, melainkan empat kelas sekaligus plus satu lorong di lantai empat. Pemandangannya pasti memilukan.
Lalu, apa penyebabnya? Diduga, hujan lebat yang tak henti-hentinya menjadi biang keladi. Air merembes dari atap, masuk ke dalam plafon, dan membuat strukturnya melemah. Plafon yang basah itu akhirnya tak sanggup lagi menahan bebannya sendiri.
“Rembesan air membuat plafon tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk,” jelas Yohan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih terus berjalan. Tim BPBD dan pihak sekolah berupaya memastikan area tersebut benar-benar aman. Aktivitas belajar mengajar, tentu saja, tak boleh terusik oleh kejadian seperti ini. Evaluasi dan perbaikan mendesak nampaknya harus segera dilakukan.
Artikel Terkait
Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Indonesia Pertama ke 16 Besar Liga Europa
Sidang Maraton 12 Jam, 9 Eks Petinggi Pertamina dan Mitra Divonis 9-15 Tahun Penjara
Prabowo dan Presiden UEA Bahas Peningkatan Investasi dalam Pertemuan Bilateral
Pengadilan Vonis 15 Tahun Penjara untuk Anak Riza Chalid atas Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun