Prabowo Resmikan Ratusan Sekolah Rakyat, Sebut Langkah Berani untuk Pendidikan

- Senin, 12 Januari 2026 | 12:50 WIB
Prabowo Resmikan Ratusan Sekolah Rakyat, Sebut Langkah Berani untuk Pendidikan

Rasa haru dan sukacita jelas terpancar dari raut wajah Presiden Prabowo Subianto. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin lalu, ia secara resmi membuka ratusan sekolah rakyat yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah terobosan penting untuk masa depan pendidikan nasional.

"Saudara-saudara sekalian, saya hari ini sangat bahagia,"

Ucap Prabowo dengan penuh perasaan. Suaranya terdengar lantang di area Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS). Peresmian 166 sekolah rakyat itu, baginya, adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Ia tak lupa menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya pada semua pihak yang terlibat. Mulai dari kementerian, lembaga, hingga berbagai elemen masyarakat. Kerja keras mereka, kata Prabowo, akhirnya membuahkan hasil nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur dari semua K/L (kementerian/lembaga), semua lembaga, semua elemen, yang telah bekerja mewujudkan suatu langkah, menurut saya ini langkah terobosan, berani,"

jelasnya.

Di sisi lain, Prabowo mengaku tak bisa menyembunyikan kebanggaan dan keharuannya. Bagaimana tidak? Upaya kolektif ini dampaknya langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Ia merasa langkah ini membawa angin segar.

"Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini, dan terus terang saja, saya cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak dari pada upaya kita,"

imbuhnya, menutup sambutannya.

Pembangunan sekolah-sekolah ini memang ditujukan untuk mereka yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan layak. Itulah mengapa Presiden menyebutnya sebagai langkah berani. Sebuah gebrakan yang diharapkan bisa mengikis ketimpangan, membuka pintu kesempatan yang lebih luas.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar