Setelah menjalani uji kelayakan di DPR, Thomas Djiwandono atau yang akrab disapa Tommy akhirnya terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kabar ini tentu menarik perhatian, mengingat Tommy juga dikenal sebagai keponakan dari Presiden Prabowo Subianto. Lantas, apakah hubungan keluarga ini akan jadi masalah?
Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, punya pandangan sendiri. Menurutnya, isu kekerabatan itu sebaiknya tak perlu dibesar-besarkan.
“Masing-masing orang punya persepsi, ya. Tapi yang perlu digarisbawahi, Bank Indonesia bekerja berdasarkan undang-undang,” tegas Misbakhun di Senayan, Jakarta, Senin lalu.
Dia lantas membeberkan alasan di balik keyakinannya. Struktur di BI, kata dia, tidak memungkinkan satu orang mengambil keputusan sendirian. Semua diatur dalam sebuah sistem kolegial yang melibatkan Dewan Gubernur.
“Ada Gubernur, ada Deputi Gubernur Senior, lalu ada para Deputi Gubernur. Jadi tidak bisa dikatakan masing-masing berdiri sendiri. Semua melalui musyawarah kolektif,” jelasnya lagi.
Memang, hubungan keluarga Tommy dan Prabowo adalah fakta yang tak terbantah. Hanya saja, Misbakhun menilai hal itu sama sekali tidak relevan. Baginya, performa Tommy saat uji kelayakan sudah berbicara banyak.
“Iya, beliau itu keponakan. Tapi penjelasannya sangat profesional soal bagaimana sebuah kebijakan dirumuskan. Isu hubungan keluarga, menurut saya, bisa dikesampingkan,” ujar Misbakhun.
Bahkan, Tommy sendiri secara tegas menekankan komitmennya pada profesionalisme. Itu yang justru membuat Misbakhun yakin.
“Di closing statement-nya, beliau secara khusus menyebut profesionalisme sebagai hal yang akan dijaganya. Pernyataan itu justru menguatkan posisinya,” imbuh politikus tersebut.
Keputusan resmi pengangkatan Tommy sendiri diambil melalui musyawarah mufakat di internal Komisi XI. Posisi yang dia isi adalah pengganti Juda Agung, yang sebelumnya mengundurkan diri. Setelah proses di parlemen selesai, pengesahannya tinggal menunggu waktu besok.
Jadi, meski latar belakang keluarganya kerap jadi sorotan, jalan Tommy untuk duduk di kursi Deputi Gubernur BI kini sudah hampir pasti. Tinggal menunggu pengesahan resminya saja.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Warakas, Sita Sabu Senilai Rp1 Miliar
Polisi Gagalkan Transaksi 420 Cartridge Etomidate di Pekanbaru, Satu Pelaku Ditangkap
Presiden Prabowo Dikabarkan Akan Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Termasuk Kepala KSP
IHSG Berpotensi Rebound ke 7.250 Setelah Ambles 3,38 Persen, BNI Sekuritas Rekomendasikan Enam Saham