Belajar dari Sikap Arsul Sani Menghadapi Tuduhan Ijazah Palsu
Ditulis oleh: Erizal
Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani memberikan contoh nyata bagaimana menghadapi tuduhan ijazah doktoral palsu dengan kepala dingin. Dalam konferensi pers yang digelarnya, Arsul Sani menjelaskan secara rinci perjalanan 11 tahun menempuh pendidikan doktoral di Polandia dengan bukti-bukti otentik yang ia sampaikan secara transparan.
Tuduhan terhadap Arsul Sani bermula dari operasi yang dilakukan lembaga anti korupsi Polandia terhadap kampus tempatnya belajar. Meski kampusnya terlibat kasus suap, Arsul Sani dengan tegas membantah terlibat dalam praktik tidak terpuji untuk mendapatkan gelar doktornya.
Proses pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan MK berjalan dengan lancar dan membuktikan bahwa Arsul Sani tidak bersalah. Yang patut dicontoh adalah sikapnya yang tenang dan bijaksana dalam menghadapi seluruh proses pemeriksaan serta pertanyaan wartawan.
Artikel Terkait
Catatan BMKG: 43 Ribu Gempa Guncang Indonesia Sepanjang 2025
Ledakan Malam Tahun Baru di Crans-Montana Tewaskan Puluhan
NgopiPagi: Menyulut Api Semangat di Tengah Lika-Liku Perjalanan Hidup
Koalisi Sipil Serukan Darurat Hukum di Hari Pertama 2026