Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhari baru-baru ini membeberkan peta kepadatan yang bakal terjadi saat arus mudik Lebaran 2026 nanti. Menurutnya, hampir semua simpul transportasi mulai dari stasiun, bandara, hingga pelabuhan diprediksi bakal penuh sesak.
“Pada moda kereta api, stasiun dengan pergerakan penumpang terbesar diperkirakan berasal dari Stasiun Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Cikarang, serta Bandung selama periode angkutan Lebaran,” ujar Dudy, Minggu (8/3/2026).
“Adapun tujuan utama perjalanan kereta api diperkirakan menuju sejumlah kota di Jawa seperti Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Kutoarjo, dan Purwokerto,” lanjutnya.
Nah, kalau bicara transportasi udara, gambaran kepadatannya juga tak jauh beda. Bandara-bandara seperti Soekarno-Hatta, Sultan Hasanuddin di Makassar, Ngurah Rai Bali, Supadio Pontianak, dan Minangkabau diperkirakan menjadi titik asal dengan penumpang terbanyak.
“Tujuan perjalanan udara paling diminati masyarakat adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, Yogyakarta International Airport, serta Kualanamu di Sumatera Utara,” katanya.
Di sisi lain, arus darat lewat bus juga tak kalah ramai. Terminal Pulo Gebang dan Kampung Rambutan di Jakarta, ditambah Bekasi, Purabaya Sidoarjo, serta Kalideres diprediksi jadi penyumbang penumpang terbesar. Kemana arah mereka? Rata-rata menuju Terminal Tirtonadi Solo, Wonogiri, Purabaya Sidoarjo, Leuwi Panjang Bandung, dan Tasikmalaya.
Lalu bagaimana dengan transportasi laut? Rupanya, pelabuhan seperti Tanjung Priok, Makassar, Tanjung Perak Surabaya, Yos Sudarso Ambon, dan Semarang akan jadi titik pemberangkatan utama. Sementara tujuan yang paling diburu penumpang diperkirakan adalah Tanjung Perak Surabaya, Makassar, Tanjung Priok, Bau-Bau di Sulawesi Tenggara, dan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
“Lintas penyeberangan dengan pergerakan terbesar diperkirakan terjadi pada rute Merak-Bakauheni, Lembar-Padang Bai, serta Kupang dengan tujuan utama Bakauheni, Merak, Lembar, Padang Bai, dan Ketapang,” jelas Dudy.
Meski sudah memetakan titik-titik rawan ini, Menhub tak merinci berapa proyeksi jumlah penumpangnya. Padahal, pemerintah sudah punya peta lengkap potensi kepadatan di berbagai simpul tadi.
Yang menarik, Kemenhub justru memproyeksikan angka pergerakan penumpang Lebaran 2026 bakal turun sekitar 1,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang. Penurunan ini diduga ada kaitannya dengan kebijakan baru.
Puncak arus mudik sendiri diprediksi terjadi pada 16 dan 18 Maret. Untuk mengurai kemacetan, pemerintah sudah mengusung kebijakan work from anywhere (WFA) yang konon sudah dapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini diharap bisa sedikit meredam kepadatan di jalan.
Artikel Terkait
Bank Jago Cetak Laba Rp86 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 42 Persen
Komite Wasit PSSI: Sportivitas Harga Mati Usai Kericuhan Laga EPA U-20 Bhayangkara vs Dewa United
Target Renovasi 152 Rumah Kumuh di Menteng Tenggulun Ditargetkan Rampung Juni 2026
Menkeu Tunjuk Sudarto dan Ferry Ardianto sebagai Plh Dirjen Anggaran serta Strategi Ekonomi dan Fiskal