Donald Trump tak ragu lagi menyuarakan pendapatnya. Presiden Amerika Serikat itu dengan blak-blakan bilang, ia tak butuh hukum internasional untuk membenarkan sederet kebijakannya yang mengundang sorotan global. Lantas, apa yang mendasari pernyataan semacam itu?
Menurut pengamat Hubungan Internasional, Teuku Rezasyah, ada alasan historis yang mendasarinya. "PBB, terutama Dewan Keamanannya, sudah lama dikendalikan AS," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Minggu (11/1/2026).
"Biasanya, PBB akan garang pada negara yang dikritik Washington. Sebaliknya, mereka cenderung mendiamkan saja pelanggaran yang dilakukan oleh sekutu-sekutu AS."
Bagi Rezasyah, gaya kepemimpinan Trump telah menjadikan Amerika sebagai musuh bersama banyak negara. Bahkan, ia menilai Trump sudah melangkahi aturan main yang ada.
"Sangat jelas Presiden Donald Trump telah melanggar Piagam PBB," ungkapnya.
Ia menggambarkan situasi saat ini dengan nada prihatin. Amerika, katanya, sedang dipimpin oleh seorang presiden yang terlampau percaya diri. Berani sekali orang ini melanggar hukum nasional yang mensyaratkan persetujuan Kongres, apalagi hukum internasional yang mengatur tata kelola global.
Dosen President University ini lantas menyebut contoh konkretnya: Venezuela. Tindakan Trump menyerang dan "menculik" Presiden Maduro, lalu memaksakan aturan AS di sana, dinilainya sebagai langkah yang berbahaya.
"Dengan begitu, AS sendiri telah berubah jadi perusak demokrasi. Tidak hanya itu, keamanan di seluruh kawasan Amerika dari Utara sampai Selatan dan Karibia ikut terancam," tegas Rezasyah.
Namun begitu, ancaman itu tidak berhenti di sana. Ada lagi rencana kontroversial Trump yang ingin menguasai Greenland dari Denmark. Menurut analisis Rezasyah, langkah semacam ini berpotensi merusak sinergi NATO dari dalam.
Artikel Terkait
Gempa 4,9 SR Guncang Melonguane di Kedalaman 82 Kilometer
Ricuh Suporter Warnai Malam Bogor, Jalanan Sempat Diblokir Massa
Malam Minggu Berdarah di Cilebut: Dikeroyok, Motor Tercebur, Ponsel Direnggut
Tujuh Remaja Diamankan Saat Hendak Tawuran Dini Hari di Palmerah