Klaim Berbeda dari Pihak Terkait
Menanggapi viralnya video, Badan Gizi Nasional (BGN) punya cerita lain. Juru Bicaranya, Redy Hendra, menyatakan bahwa dari pihak SPPG, pengiriman sudah sesuai prosedur.
Lalu, bagaimana bisa makanan itu akhirnya ada di dalam kresek? Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, memberikan penjelasan. Menurutnya, kejadian itu terjadi Kamis (8/1) lalu di Kecamatan Sukaresmi. Makanan yang datang dengan wadah foodtray (ompreng) justru dipindahkan oleh seorang kader posyandu di lokasi.
SPPG kemudian memanggil kader yang bersangkutan untuk klarifikasi. Mereka mengakui tindakannya dilakukan secara spontan tanpa memikirkan konsekuensinya.
Jadi, saling lempar tanggung jawab. Di satu sisi, SPPG menyalahkan kader di lapangan. Di sisi lain, anggota DPR menilai pengawasan dari BGN dan SPPG sendiri yang harus diperketat, agar program mulia untuk ibu dan balita tidak justru berakhir menjadi masalah.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Landa Bekasi, Sejumlah Pohon Tumbang Tutupi Jalan
Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis