"Sesudah sampai ketitik pengantaran, itu diserahkan kepada ibu kader, nah ibu kader berinisiatif, tanpa sepengetahuan saya malah dimasukkan ke dalam plastik si menu makanan itu, dicampur sama plastik tanpa sepengetahuan saya, tanpa izin dan pemberitahuan," tambahnya.
Alasan di balik tindakan spontan itu pun masih simpang siur. Dimas mengaku tak mendapat penjelasan detail, selain bahwa itu dilakukan secara mendadak karena waktu pengantaran yang sudah sore.
"Katanya spontan aja karena udah sore datangnya, spontan akhirnya dimasukkan ke dalam plastik sama ibu kader. Dan itupun tanpa sepengetahuan saya," katanya.
Di sisi lain, Dimas tak menampik bahwa penyajian seperti itu jelas-jelas tidak higienis dan melenceng dari aturan. Ia pun memberi saran sederhana.
Kalau memang mau dibawa pulang, seharusnya warga membawa wadah sendiri dari rumah. Mangkuk atau piring bersih jauh lebih layak ketimbang kantong plastik.
"Kalau misalkan mau dibawa pulang itu memakai alat makan yang sesuai kaya mangkok, atau piring, dari rumah masing-masing," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pertukaran Maskot Kuda Api Jadi Simbol Harmoni Indonesia-Tiongkok di Imlek 2577
Tes Kemampuan Akademik 2026 Jadi Syarat PPDB SMP dan SMA
Kapolri Ajak Pemuda Kawal Program Pemerintah dan Waspadai Ancaman Global
Kemendikdasmen Sosialisasikan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2026 untuk Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman