Di sisi lain, Tito juga menekankan peran sentral para kepala daerah. Menurutnya, situasi krisis seperti ini justru ujian nyata bagi seorang pemimpin. Di sinilah ketegasan, nyali, dan kemampuan mengelola sumber daya diuji.
"Jadi pemimpin yang kuat itu lahir ketika di masa krisis,"
tegasnya.
Nah, untuk bisa bergerak cepat, data yang akurat dan rinci mutlak diperlukan. Tito meminta semua kepala daerah segera menyusun laporan detail tentang kerusakan. Fasilitas kesehatan yang rusak, sekolah, jalan, jembatan, pasar, rumah ibadah semuanya. Data itu diminta segera dikirim secara tertulis.
"Makin detail [datanya] makin bagus,"
pintanya.
Soal dana, Tito mencoba meyakinkan. Pemerintah pusat berkomitmen mempercepat penyaluran anggaran ke daerah. Dana itu diharapkan jadi modal awal bagi daerah untuk segera bertindak. Kebijakan pengembalian dana transfer ke daerah bagi kawasan bencana pun konon sudah diputuskan di Jakarta.
Tak cuma soal bangunan dan jalan, pemulihan sosial juga jadi perhatian. Tito menyoroti pentingnya perlindungan bagi masyarakat yang terdampak. Pendataan untuk bantuan tunai, PKH, bantuan iuran BPJS, sampai Prakerja harus dipercepat. Ia minta jaringan pemerintahan hingga ke desa dimaksimalkan. Tujuannya satu: bantuan harus tepat sasaran, tidak ada yang terlewat atau justru salah penerima.
Artikel Terkait
PSG Lolos ke Babak Berikut Liga Champions Usai Duel Sengit Lawan Monaco
Polisi Ungkap Dua WN China Dalangi Jaringan SMS Phising E-Tilang
Pertukaran Maskot Kuda Api Jadi Simbol Harmoni Indonesia-Tiongkok di Imlek 2577
Tes Kemampuan Akademik 2026 Jadi Syarat PPDB SMP dan SMA