Di tengah perayaan HUT ke-53 partainya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri justru menyoroti sebuah peristiwa yang terjadi jauh di seberang samudera. Ia menyampaikan kecaman keras terhadap Amerika Serikat terkait penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Bagi Megawati, langkah AS itu jelas-jelas sebuah intervensi terhadap negara berdaulat.
Pidatonya dibacakan dalam Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu lalu. Acara itu sendiri berlangsung tertutup, namun teks resminya dibagikan kepada awak media.
"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela," tegas Megawati dalam pidato tertulisnya.
"Termasuk penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional," sambungnya.
Menurut juru bicara PDIP Guntur Romli, kutipan dari pidato tersebut diizinkan untuk disiarkan.
Megawati tak tanggung-tanggung dalam menyebut tindakan AS tersebut. Ia melihatnya sebagai wujud nyata neokolonialisme dan imperialisme gaya baru. Bahkan, langkah itu dinilainya telah menginjak-injak Piagam PBB dan prinsip dasar hubungan antar bangsa yang selama ini dijunjung.
Artikel Terkait
Imigrasi Cianjur Deportasi WN Arab Saudi karena Penyalahgunaan Izin Tinggal Investor
Prabowo Sampaikan Keprihatinan Indonesia atas Gaza dan Tepi Barat dalam Pertemuan dengan Raja Yordania
Trump Klaim AS Terima 80 Juta Barel Minyak dari Venezuela Pascaintervensi Militer
Kapolri Tegaskan Media Mitra Strategis, Minta Jajaran Responsif Terhadap Pemberitaan