"Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain," tuturnya dengan nada tegas.
Bagi Megawati, ada prinsip-prinsip mendasar yang dilanggar di sini. Demokrasi sejati, katanya, mustahil lahir dari moncong senjata. Keadilan tidak akan tumbuh dari agresi sepihak. Dan sebuah peradaban, tentu saja, tidak bisa dibangun di atas penghinaan terhadap martabat suatu bangsa.
Ia lalu menarik benang merah sejarah. Sejak era Bung Karno menggagas Konferensi Asia Afrika, Indonesia memang punya komitmen panjang untuk menentang imperialisme dalam segala rupanya. Sikap itu, tampaknya, masih dipegang teguh hingga sekarang.
"Karena itu, PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional," imbuhnya.
Jalan kekerasan, menurutnya, hanya akan memanjangkan penderitaan rakyat biasa yang tak berdosa. Titik.
Artikel Terkait
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Kedua Pihak Pulang Tanpa Kesepakatan
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diamankan KPK dalam OTT