JPO Sarinah, Ikon Pertama Penyeberangan Indonesia, Siap Bangkit Kembali

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:20 WIB
JPO Sarinah, Ikon Pertama Penyeberangan Indonesia, Siap Bangkit Kembali

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggarap proyek revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah. Bukan cuma sekadar membangun infrastruktur biasa, proyek ini disebut punya muatan sejarah yang kuat. Menurut PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta, jembatan yang legendaris ini adalah JPO pertama yang pernah berdiri di Indonesia.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menekankan bahwa yang dilakukan sekarang lebih dari sekadar perbaikan fisik. Ini upaya untuk menghidupkan kembali sebuah ikon lama Jakarta yang sarat cerita. Nantinya, fasilitasnya juga akan dibuat lebih ramah untuk semua kalangan.

"Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. JPO Sarinah ini adalah JPO pertama di Indonesia," kata Welfizon, Sabtu (10/1/2026).

Fokus utamanya jelas: memastikan akses yang aman dan nyaman bagi kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil di kawasan Sarinah yang terkenal super padat. Makanya, rencananya JPO ini akan dilengkapi dengan lift.

Namun begitu, Welfizon menegaskan bahwa kehadiran JPO baru ini tak akan menyingkirkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada. Pelican crossing atau penyeberangan jalan di permukaan tetap akan beroperasi normal.

"Pembangunan ini tidak menghilangkan fasilitas yang ada. Pelican crossing tetap berfungsi seperti biasa. JPO Sarinah akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik," ujarnya.

Harapannya, setelah direvitalisasi, JPO Sarinah tak cuma jadi tempat menyeberang biasa. Ia diharapkan bisa kembali merajut kenangan sebagai bagian dari identitas kota, sekaligus mendukung mobilitas pejalan kaki yang lebih manusiawi di jantung ibu kota.

Sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung sendiri sudah mengisyaratkan soal kajian ulang untuk membangun kembali JPO Sarinah. Salah satu alasan utama yang disebut adalah untuk memenuhi kebutuhan para difabel.

"Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono usai meninjau sebuah puskesmas di Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

JPO Sarinah punya catatan panjang. Dibangun pertama kali di era Gubernur Ali Sadikin, jembatan ini sempat dibongkar pada masa kepemimpinan Anies Baswedan. Kini, ia bersiap untuk hadir kembali dengan wajah baru.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar