Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:10 WIB
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam

Kalau kamu jalan-jalan di permukiman padat Jakarta, coba perhatikan tiang listriknya. Bukan cuma buat nahan kabel, lho. Tiang-tiang itu kayak magnet yang narik segala macam "hiasan" dan kebiasaan warga. Dari stiker iklan sedot WC yang berlapis-lapis, sampai jadi alat komunikasi petugas ronda di tengah malam.

Di salah satu sudut RW 015, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, pemandangan ini biasa banget. Hampir semua tiang listriknya penuh coretan kehidupan. Permukaannya dipenuhi tempelan stiker jasa segala macam: tukang bangunan, pinjaman uang, dan yang paling banyak, sedot WC. Sebagian stiker sudah lusuh, mengelupas, dan cuma ninggalin bekas lem yang item dan lengket. Nggak ada yang benar-benar bersih.

Nomor telepon dicetak besar-besar, saling tindih, kayak lagi berebut perhatian. Tapi, fungsi tiang-tiang ini ternyata lebih dalam dari sekadar papan iklan liar.

Saat kota terlelap, tepatnya sekitar jam satu pagi, suasana hening tiba-tiba pecah. Suara "duk... duk..." yang keras dan berirama mulai terdengar. Itu suara hansip yang memukul tiang listrik pakai alat keras, biasanya besi atau kayu, sebagai penanda bahwa patroli malam lagi berjalan. Ritual ini berulang sekitar jam dua pagi. Lalu, jelang Subuh, sekitar pukul empat, bunyi pukulan itu kembali menggema kali ini empat kali berturut-turut. Polanya tetap, dan konon tradisi ini sudah berjalan puluhan tahun.

"Pukulan itu tanda ke warga kalau hansip masih keliling," kata Ketua RT 011, Wagino (60).


Halaman:

Komentar