Wilayah udara Yaman mendadak jadi zona terlarang. Penyebabnya? Serangan militer yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi ke posisi kelompok separatis di negara itu. Imbasnya langsung terasa, tiga WNI dilaporkan terjebak di Pulau Socotra yang terpencil.
Menurut Heni Hamidah, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, kabar itu diterima dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman. "KBRI Muscat telah menerima informasi dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman bahwa ada tiga orang WNI yang mengalami kondisi stranded di Socotra, Yaman, pada 3 Januari lalu," jelasnya di gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
"Nah, mereka terjebak di Socotra akibat wilayah udara di Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi pada saat serangan militer ke Pelabuhan Mukalla, Yaman, pada 30 Desember lalu," lanjut Heni.
Rupanya, ketiga warga negara Indonesia itu tiba di Socotra sebuah pulau eksotis yang kadang dihubung-hubungkan dengan legenda tempat persembunyian dajjal melalui operator wisata di Uni Emirat Arab. Sekarang, mereka tak bisa keluar begitu saja.
Untungnya, kasus ini sudah ditangani. "Kasus ketiga WNI ini tengah ditangani oleh beberapa perwakilan kita di kawasan antara lain KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi," kata Heni. Beberapa perwakilan diplomatik kita di Timur Tengah kini berusaha mencari jalan keluar agar ketiganya bisa segera pulang dengan selamat.
Artikel Terkait
Degradasi Moral di Jakarta: Bonus Demografi atau Bom Waktu bagi Generasi Muda?
Rambu Baru di CFD Bundaran HI: Solusi atau Sekadar Peringatan?
Nakhoda Kapal Pinisi Labuan Bajo Jadi Tersangka, Polisi Tahan Penahanan
Mendagri Izinkan Warga Manfaatkan Kayu Hanyut untuk Bangun Rumah