Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera belum lama ini, rupanya menyisakan cerita lain. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap ada 12 perusahaan yang diduga kuat menjadi pemicu musibah tersebut. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, menyampaikan hal itu di depan wartawan di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis lalu.
"Satgas menemukan 12 perusahaan yang menjadi penyebab bencana dan segera diambil tindakan," tegas Barita.
Meski begitu, identitas perusahaan-perusahaan itu belum dibeberkan secara detail. Barita hanya memberi petunjuk: delapan di antaranya beroperasi di Sumatera Utara, dua di Sumatera Barat, dan dua lagi berlokasi di Aceh.
Menurutnya, temuan ini bukan datang tiba-tiba. Awalnya, tim menyelidiki 31 pihak di ketiga provinsi itu. Seluruhnya dicurigai melakukan pelanggaran serius, yakni mengalihfungsikan kawasan hutan di hulu sungai seenaknya.
"Karena 31 korporasi itulah yang ada di kawasan daerah aliran sungai di hulu, yang alih fungsinya itu menyebabkan terjadinya bencana kemarin," jelasnya.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moral Pribadi yang Bisa Menghentikannya, Bukan Hukum Internasional
Trump Tegaskan Ambisi Greenland: Dengan Cara Mudah, Atau Sulit
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari