“Yang didemo itu bukan UMP Jakarta, tapi UMP daerah lain. Kenapa dilakukan di Jakarta?”
tanyanya retoris, lalu menjawab,
“Karena istananya ada di Jakarta.”
Pernyataan itu sekilas memberi gambaran lain. Seolah aksi di Patung Kuda lebih merupakan bentuk penyampaian aspirasi ke pusat kekuasaan, ketimbang protes terhadap kebijakan pemerintah provinsinya sendiri. Suasana di lapangan memang panas, tapi menurut sang Gubernur, dasar perhitungan upah di Jakarta sudah final dan disepakati.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah
Gempa Lembut Menggoyang Pangandaran Dini Hari Tadi
Sheinbaum Siap Hadapi Trump, Tolak Ancaman Serangan Darat ke Meksiko