“Yang didemo itu bukan UMP Jakarta, tapi UMP daerah lain. Kenapa dilakukan di Jakarta?”
tanyanya retoris, lalu menjawab,
“Karena istananya ada di Jakarta.”
Pernyataan itu sekilas memberi gambaran lain. Seolah aksi di Patung Kuda lebih merupakan bentuk penyampaian aspirasi ke pusat kekuasaan, ketimbang protes terhadap kebijakan pemerintah provinsinya sendiri. Suasana di lapangan memang panas, tapi menurut sang Gubernur, dasar perhitungan upah di Jakarta sudah final dan disepakati.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung
Menteri PU Akan Temui Kejati DKI Bahas Penggeledahan Kantor Terkait Kasus Korupsi
Kemenkeu Pertimbangkan Tukar Guling Geo Dipa dengan PNM