“Yang didemo itu bukan UMP Jakarta, tapi UMP daerah lain. Kenapa dilakukan di Jakarta?”
tanyanya retoris, lalu menjawab,
“Karena istananya ada di Jakarta.”
Pernyataan itu sekilas memberi gambaran lain. Seolah aksi di Patung Kuda lebih merupakan bentuk penyampaian aspirasi ke pusat kekuasaan, ketimbang protes terhadap kebijakan pemerintah provinsinya sendiri. Suasana di lapangan memang panas, tapi menurut sang Gubernur, dasar perhitungan upah di Jakarta sudah final dan disepakati.
Artikel Terkait
Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatera Pastikan Bantuan Hunian dan Dapur Umum di Huntara
Gus Yaqut Hadiri Sidang Praperadilan Pertama Terkait Kasus Kuota Haji
DPR Minta Penundaan Impor Kendaraan India untuk Program Koperasi Desa
Sahur On the Road Ilegal di Jombang Picu Kontroversi