Tito Desak Percepatan Pendataan untuk Cairkan Bantuan Pascabencana Sumatera

- Selasa, 24 Februari 2026 | 10:20 WIB
Tito Desak Percepatan Pendataan untuk Cairkan Bantuan Pascabencana Sumatera

Di ruang rapat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin lalu, suasana terasa mendesak. Muhammad Tito Karnavian, sang Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menekankan satu hal: data harus cepat. Tanpa itu, bantuan untuk penyintas bencana di Sumatera bisa mandek. Dan itu, katanya, tak bisa dibiarkan.

"Ini sebetulnya ada beberapa hal yang agak tenis, yang ingin kita selesaikan," ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).

"Karena itu perlu duduk bersama."

Pernyataannya itu disampaikan dalam rapat yang membahas perkembangan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tito tak main-main. Menurutnya, kecepatan pendataan adalah kunci utama agar semua bantuan yang sudah disiapkan pemerintah bisa langsung mengalir ke tangan yang membutuhkan.

Nah, soal bantuan, pemerintah sudah menyiapkan beberapa skema. Untuk rumah yang rusak, misalnya. Ada tiga kategori bantuan perbaikan: rusak ringan dapat Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan untuk kerusakan berat, nilainya mencapai Rp 60 juta. Penyalurannya nanti lewat BNPB.

Di sisi lain, untuk menopang kehidupan sehari-hari, penyintas juga akan mendapat stimulus ekonomi Rp 5 juta plus bantuan perabotan rumah senilai Rp 3 juta. Belum lagi bantuan jaminan hidup harian sebesar Rp 15.000.

Tito berharap semua ini bisa segera direalisasikan. Targetnya, agar para penyintas tak lagi berpeluh memikirkan kebutuhan pokok saat menjalani Ramadan nanti. Untuk mencapainya, ia mengajak pemerintah daerah dan BPS untuk bergerak cepat. Validasi data harus dipangkas, birokrasi diperlancar.

Dengan koordinasi yang lebih ketat, harapannya jelas: bantuan tepat waktu, pemulihan pun bisa berjalan lebih cepat. Kehidupan mereka yang terdampak bencana harus segera kembali berdenyut.

Rapat penting itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat puncak. Tampak hadir Menko PMK Pratikno, Mensos Saifullah Yusuf, Wamenhut Rohmat Marzuki, hingga Kepala BNPB Suharyanto. Dari BPS ada Amalia Adininggar Widyasanti, sementara Wagub Aceh Fadhlullah juga hadir mewakili daerah. Mereka semua duduk bersama, mencari solusi terbaik di tengah situasi yang sulit.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar