Di ruang rapat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin lalu, suasana terasa mendesak. Muhammad Tito Karnavian, sang Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menekankan satu hal: data harus cepat. Tanpa itu, bantuan untuk penyintas bencana di Sumatera bisa mandek. Dan itu, katanya, tak bisa dibiarkan.
"Ini sebetulnya ada beberapa hal yang agak tenis, yang ingin kita selesaikan," ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).
"Karena itu perlu duduk bersama."
Pernyataannya itu disampaikan dalam rapat yang membahas perkembangan pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tito tak main-main. Menurutnya, kecepatan pendataan adalah kunci utama agar semua bantuan yang sudah disiapkan pemerintah bisa langsung mengalir ke tangan yang membutuhkan.
Nah, soal bantuan, pemerintah sudah menyiapkan beberapa skema. Untuk rumah yang rusak, misalnya. Ada tiga kategori bantuan perbaikan: rusak ringan dapat Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan untuk kerusakan berat, nilainya mencapai Rp 60 juta. Penyalurannya nanti lewat BNPB.
Artikel Terkait
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata
Dua Tewas Setelah Mobil Jatuh ke Jurang 60 Meter di Minahasa Selatan
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara