Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatera Pastikan Bantuan Hunian dan Dapur Umum di Huntara

- Selasa, 24 Februari 2026 | 10:40 WIB
Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatera Pastikan Bantuan Hunian dan Dapur Umum di Huntara

Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sumatera, Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi terus mendorong kerja sama antar kementerian. Intinya, dia ingin semua pihak bergerak cepat dan tepat sesuai perannya masing-masing. Koordinasi ini dinilai krusial agar bantuan sampai ke masyarakat tanpa hambatan berarti.

Semangat itu terlihat jelas dalam rapat perkembangan terbaru yang digelar di Kantor Kemendagri, Jakarta. Fokusnya membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh Menko PMK, Pratikno.

Nah, salah satu pembahasan yang mengemuka adalah soal kondisi warga di hunian sementara atau huntara. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar mereka, seperti makan dan tempat memasak, benar-benar terpenuhi. Huntara ini dibangun oleh berbagai pihak, mulai dari BNPB, Danantara, hingga Kementerian PU.

"Yang di huntara ini, mereka waktu itu, mereka akan diberikan, dibuatkan dapur umum, dan makan mereka ditanggung,"

Begitu penjelasan Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa lalu. Huntara, menurutnya, adalah solusi sementara bagi mereka yang rumahnya rusak parah atau bahkan hilang diterjang banjir. Sembari menunggu hunian tetap selesai dibangun, warga bisa tinggal di sini.

Meski begitu, opsi lain juga tersedia. Masyarakat bisa memilih mengungsi ke rumah saudara atau menyewa tempat tinggal sendiri. Untuk yang terakhir, pemerintah menyediakan kompensasi berupa Dana Tunggu Hunian.

Soal bantuan, pemerintah ternyata sudah menyiapkan beberapa skema. Besarannya bervariasi, disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah. Untuk kerusakan ringan, ada bantuan senilai Rp 15 juta. Kerusakan sedang mendapat Rp 30 juta. Sementara rumah yang rusak berat atau hilang bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 60 juta.

Khusus bantuan Rp 60 juta itu, penyalurannya akan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah. Bisa di lokasi lama atau di area relokasi yang baru. Tak cuma itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan rumah tangga dan stimulan ekonomi untuk meringankan beban warga.

Tito bahkan menyarankan agar bantuan perabotan dan stimulan ekonomi ini tidak hanya untuk pemilik rumah rusak berat. Mereka yang rumahnya rusak sedang pun sebaiknya mendapat perhatian.

"Nah, yang rusak ringan tinggal nanti, apakah diskresi dari setiap Pemda untuk melihat kondisi [masyarakatnya] perlu dibantu enggak uang perabotan dan uang [stimulan] ekonominya,"

Rapat itu tak cuma membahas bantuan. Masalah teknis seperti penanganan puing-puing kayu sisa banjir yang masih berserakan di beberapa daerah juga jadi agenda. Tito mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, untuk mencari solusi terbaik.

Pertemuan yang cukup penting ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Selain Pratikno dan Tito, hadir juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wamenhut Rohmat Marzuki, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penanganan bencana ini benar-benar menjadi prioritas bersama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar