Di tengah upaya pemulihan pascabencana di Sumatera, Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi terus mendorong kerja sama antar kementerian. Intinya, dia ingin semua pihak bergerak cepat dan tepat sesuai perannya masing-masing. Koordinasi ini dinilai krusial agar bantuan sampai ke masyarakat tanpa hambatan berarti.
Semangat itu terlihat jelas dalam rapat perkembangan terbaru yang digelar di Kantor Kemendagri, Jakarta. Fokusnya membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh Menko PMK, Pratikno.
Nah, salah satu pembahasan yang mengemuka adalah soal kondisi warga di hunian sementara atau huntara. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar mereka, seperti makan dan tempat memasak, benar-benar terpenuhi. Huntara ini dibangun oleh berbagai pihak, mulai dari BNPB, Danantara, hingga Kementerian PU.
Begitu penjelasan Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa lalu. Huntara, menurutnya, adalah solusi sementara bagi mereka yang rumahnya rusak parah atau bahkan hilang diterjang banjir. Sembari menunggu hunian tetap selesai dibangun, warga bisa tinggal di sini.
Meski begitu, opsi lain juga tersedia. Masyarakat bisa memilih mengungsi ke rumah saudara atau menyewa tempat tinggal sendiri. Untuk yang terakhir, pemerintah menyediakan kompensasi berupa Dana Tunggu Hunian.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Apresiasi Pemecatan Oknum Brimob Pelaku Penganiayaan Siswa di Tual
Satu dari Delapan Buron Rutan Way Kanan Berhasil Ditangkap di Hutan
Gubernur Jateng Operasikan Loader di Pantai Batang, Soroti Darurat Sampah 6,36 Juta Ton
KONI NTT Targetkan 37 Emas PON 2028, Anggaran Rp250 Miliar Disiapkan