MURIANETWORK.COM - Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, di Jakarta, Jumat (20 Februari 2026). Pertemuan bilateral ini membahas upaya konkret untuk mempererat hubungan kedua negara, khususnya melalui jalur kebudayaan, diplomasi budaya, dan pertukaran seni. Kedua pihak sepakat bahwa fondasi sejarah yang kuat menjadi modal berharga untuk membangun kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan ke depan.
Membangun Jembatan Budaya yang Lebih Kokoh
Dalam pembicaraan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan itu, Fadli Zon menggarisbawahi bahwa hubungan Indonesia dan Yaman telah terjalin sejak berabad-abad silam. Menurutnya, fakta sejarah ini perlu diikuti dengan program-program nyata. Ia melihat belum adanya perjanjian khusus di bidang kebudayaan justru sebagai peluang terbuka untuk merancang kolaborasi yang lebih fokus.
Fadli menilai, kerja sama dapat dimulai dengan menggali kesamaan akar budaya yang dimiliki kedua bangsa. Beberapa bidang yang memiliki kemiripan dan potensi untuk dikembangkan bersama pun disebutkan.
"Kerja sama kebudayaan bisa difokuskan pada upaya mencari kesamaan akar budaya dan mengembangkan bidang-bidang yang memiliki kemiripan, seperti seni henna, seni ukir, kerajinan gerabah, anyaman bambu dan rotan, pemanfaatan pohon kurma, serta seni kaligrafi," jelasnya.
Tak berhenti di situ, Menteri Kebudayaan juga membuka peluang untuk merancang program bersama yang nantinya dapat diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Langkah ini dinilai akan memberi dampak yang lebih luas sekaligus mengukuhkan kontribusi kedua negara di panggung budaya global.
Akur Sejarah dan Peran Generasi Muda
Menyambut positif gagasan tersebut, Duta Besar Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh menegaskan kembali akar sejarah panjang yang menyatukan Indonesia dan Yaman. Ia menyebut peran leluhur dari Yaman yang turut membangun peradaban di Nusantara.
Artikel Terkait
Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha, Ibadah Pagi yang Sarat Harapan
Pemulihan Pascabencana Sumatra: Sumbar Paling Cepat, Aceh Tamiang Masih Butuh Perhatian Serius
KPK Geledah Rumah Kepala Diskominfo Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif
Ledakan Guncang Kompleks Petrokimia Strategis Iran, Israel Klaim Bertanggung Jawab