Nah, untuk panen raya kali ini di berbagai titik di Riau, Polda bersama kelompok tani memperkirakan hasilnya bisa menyentuh 100 ton jagung. Itu dari total lahan seluas 36 hektare yang tersebar di provinsi itu.
Lebih Dari Sekadar Polisi
Di sisi lain, Herry Heryawan menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam urusan pangan ini bukanlah hal yang tiba-tiba. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Green Policing. Artinya, tugas polisi tidak berhenti pada penegakan hukum, tetapi juga punya tanggung jawab moral untuk menjaga bumi.
"Kegiatan ini sejalan dengan program Tabung Harmoni Hijau yang baru-baru ini diresmikan bersama Pemkot Pekanbaru. Kami memadukan kepentingan ekologis, sosial, dan kebijakan publik," tambahnya.
Harapannya jelas. Keberhasilan panen di Kampar ini bisa memicu semangat wilayah lain untuk berinovasi mengelola lahannya. Logikanya sederhana: ketika pangan kuat, masyarakat sejahtera. Stabilitas sosial pun terjaga. Pada akhirnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat akan jauh lebih kondusif.
"Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan nasional. Jika rakyat sejahtera dan cukup pangan, maka stabilitas keamanan akan lebih mudah diwujudkan," pungkas jenderal bintang dua tersebut.
Panen raya itu pun berakhir. Namun, kerja untuk mempertahankan swasembada itu, tentu saja, masih panjang.
Artikel Terkait
Timnas Tenis Putri Indonesia Tundukkan India 3-0, Kokoh di Posisi Kedua Piala Billie Jean King
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan